HIMPUNAN MAHASISWA TEKNIK LINGKUNGAN UPN "VETERAN" JATIM

KABINET POROS.

Pengurus HIMA-TL UPN "Veteran" Jawa Timur

Badan Pengurus Harian HIMA-TL

  • M. Rifki Hendianto

    Head of student association TL UPN "Veteran" Jatim

  • M. Qidham Arrizal

    Vice of student association TL UPN "Veteran" Jatim

  • Debora Rousyella

    Secretary of student association TL UPN "Veteran" Jatim

  • Victoria Anggun Kristanti

    Secretary vice of student association TL UPN "Veteran" Jatim

  • Friesca Rieszki

    Treasurer of student association TL UPN "Veteran" Jatim

  • Maurennisha S. A. A.

    Treasurer vice of student association TL UPN "Veteran" Jatim

TEKNIK LINGKUNGAN JAYA


POST

  • Greenation Extended 14 Agustus 2019


    ATTENTION!

    Halo teman-teman, Ada kabar gembira nih!

    Karena tingginya antusiasme kalian dalam LKTI GREENATION ini, maka waktu pendaftaran dan pengumpulan abstrak akan DIPERPANJANG hingga 14 AGUSTUS 2019

    Segera daftarkan tim mu dan kirim abstrak kalian!
    Ayo, jangan sia-siakan kesempatan ini!

    Untuk ketentuan penulisan, dapat diunduh di Panduan LKTI 2019 pada menu diatas yaa!

    MORE INFO: 
    OA : @rzy4216r
    IG : greenation_2019
    WA : 085733725678 (Jihan)

    #GREENATION2019
    #RISTEKFORALL
    #RISTEKAPLIKATIF
    #RISTEKPOROS
    #HIMATLPOROS
    #TLJAYA
  • GREENATION 2019



    GREENATION adaah sebuah event yang mengadakan ajang Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) dan Seminar Akademik di bawah naungan Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan UPN “Veteran” Jawa Timur.

    LKTI sendiri merupakan ajang kompetisi untuk menciptakan suatu karya ilmiah yang bersifat objektif, sederhana, kreatif dan berguna bagi kehidupan masyarakat dengan tema  Nation’s Innovation for Sustainable Development”.

    Karya tulis dibuat dengan ide yang kreatif dan memiliki sebuah konsep yang baru atau bisa berbentuk pengembangan ide yang telah dipublikasikan dengna upaya penelitian lanjutan.
    Beberapa rangkaian acara LKTI tersebut didalamnya terdapat
    ·         Gala Dinner
    ·         Tour Lab
    ·         Tour City

    Tour Lab, salah satu kegiatan dimana peserta dapat berkeliling untuk melihat laboratorium Teknik Lingkungan yang ada di UPN “Veteran” Jatim yang bertujuan untuk menambah pengetahuan para peserta LKTI. Lalu selanjutnya terdapat Gala Dinner dan Tour City. Adapun kegiatan Tour City tersebut penutup pada acara LKTI tingkat SMA/SMK Sederajat (se-Jawa Bali) dengan mengelilingi kota Surabaya.

  • ARTIKEL LOMBA MCT


    WHATS WRONG WITH MCT?

    Hai hai warga TL! Udah pada tau belum nihh apa itu MCT? MCT atau kepanjangan dari Media Creative Team ini adalah suatu kegiatan seminar jurnalistik dan desain yang diadakan oleh klimagz magazine . Kegiatan ini berlangsung di dua lokai berbeda yaitu ruang 306 gedung 1 Fakultas Teknik UPN veteran jawa timur pada tanggal 15 dan juga kantor jawa pos pada tanggal 19 September 2018. Nahh buat kalian kalian yang penasaran apa aja sih yang dipelajari pada kegiatan MCT kali ini wajib baca dehh sampe abiss...
    Pada mct hari petama ada 3 materi yang disampaikan, pertama tentang desain dan videography dengan pemateri dari warga UPN “Veteran” Jawa Timur sendiri. Dalam desain ada 3 aspek penting yang harus diperhatikan yaitu warna, tata letak atau layouting, dan point of view. Dari tiga aspek tersebut kita dapat menghasilkan desain yang memuaskan dan memiliki daya tarik tersendiri bagi para penikmat seni ditinjau pula dengan proses editing yang pas menjadi poin plus bagi sebuah karya.


    Materi selanjutnya adalah jurnalistik yang disampaikan oleh persma atau pers mahasiswa, dijelaskan bahwa dalam dunia jurnalistik ada beberapa hal yang tentunya harus dimiliki oleh para jurnalis yaitu pengetahuan, keterampilan dan juga sikap. Tiga hal tersebut merupakan hal yang menda
    sar bagi para jurnalis dalam setiap kegiatannya. Tak hanya itu, ada pula beberapa tips dalam pemuatan berita seperti pembuatan perencanaan, pemilihan judul dan penulisan berita, proses editing dan juga penyebarluasan berita. Semua menjadi suatu komponen kompleks dalam pembuatan berita.
    Setelah usai dengan materi materi yang telah dijelaskan pada hari pertama, para peserta MCT juga diajak berkunjung ke jawa pos untuk mengenal lebih lanjut tentang jurnalistik. Di Jawa Pos kami mempelajari tentang bagaimana pembuatan koran yang setiap paginya harus didistribusikan ke seluruh pelosok negri. Teknik pengumpulan berita yang ada di jawa pos dan proses proses pebuatan koran.

    Era modern sekarang ini tentunya semua hal menjadi lebih mudah tak terkecuali mencari berita dan info info menarik seputar hal yang digemari. Dari internet kita bisa mencari semua hal yang kita suka kapan saja. Namun, hal tersebut tidak membuat koran turun pamor. Koran masih memiliki penggemar setia yang senantiasa menunggu disetiap paginya. Hal itu dikarenakan koran masih menjadi media paling valid dan selalu ada untuk para pembaca khususnya pembaca yang berada di daerah minim sinyal dan belum terjangkau oleh internet. Poin plus ini yang menjadi motivasi jawa pos untuk selalu menyediakan berita. Tak hanya itu jawa pos pun mengembangkan media mereka dengan mebuat sebuah wadah bagi anak muda. Ya, zetizen adalah bagian dari jawa pos yang selalu mengupdate berita berita seputar remaja mulai dari tempat nongkrong, mode hingga tempat curhat bagi kaula muda. Menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat, zetizen pun terdiri dari para crew yang masih berkuliah dan tentunya dekat dengan kehidupan para remaja. Mengangkat tema dengan melakukan poling yang diisi oleh para remaja membuat ide  berita yang disajikan selalu fresh dan menarik.
    Pengalaman dan pelajaran yang didapat dari kegiatan MCT ini tentunya sangat pas bagi kita kita yang duduk dibangku perkuliahan. Selain untuk menambah wawasan tentunya juga dapat memotivasi dan menginspirasi kita dalam mengembangkan minat dan bakat khususnya dalam bidang desain, videography dan juga jurnalistik.

  • INCER - INFORMASI CERDAS




    STOP MEDICAL WASTE !
    Limbah medis adalah hasil buangan dari suatu aktivitas medis.

    "Volume limbah medis yang berasal dari 2.813 rumah sakit di Indonesia mencapai 242 ton/hari" Sinta Saptarina, Direktur penilai kinerja pengelolaan limbah B3 dan non B3.
    Sumber limbah medis :      Jarum suntik
                                                        Botol bekas obat
    KLASIFIKASI LIMBAH MEDIS (SUMBER : KEMENKES RI)
    Limbah infeksius
    Limbah patologis
    Limbah benda tajam
    Limbah farmasi
    Limbah umum
    Mengandung mikroorganisme patogen yang dapat menimbulkan penyakit bila terpapar
    Organ tubuh, darah, urin
    Jarum suntik, infuse set
    Produk farmasi, obat, vaksin, serum yang sudah kadaluarsa
    Limbah umum yang tidak butuh penanganan khusus
    Limbah logam berat
    Limbah kemasan bertekanan
    Limbah kimia
    Limbah genotoksik/sitotoksik
    Radioaktif
    Limbah logam merkuri yang berasal dari bocoran alat kesehatan (Termometer, Stetoskop)
    Gas dalam tabung (Oxygen, Aerosol)
    Limbah yang mengandung bahan kimia (Laboratorium)
    Obat-obatan yang dapat membunuh/ menghentikan sel tertentu (kemoterapi kanker)
    Bahan yang terkontaminasi dengan radio isotop (limbah perawatan kanker tulang)
    WARNA KANTONG LIMBAH MEDIS :
    1.       Hitam      : limbah umum
    2.       Kuning    : limbah infeksius, limbah patologis, limbah benda tajam
    3.       Coklat     : limbah farmasi, limbah logam berat, limbah kemasan bertekanan, limbah kimia
    4.       Merah    : limbah radioaktif
    5.       Ungu       : limbah genotoksik/sitotoksik
    (Sumber : Departemen Kesehatan RI)
    DAMPAK LIMBAH MEDIS
    1.       Korban jarum suntik 2010
    33800 infeksi hiv baru, 1,7 juta infeksi hepatitis B, 315000 infeksi hepatitis C1
    (Sumber : M. Desi Ariyanto, Kapendam Siliwangi)

    2.       3 sungai teridentifikasi bakteri pseudomonas auroginosa yg dapat menyebabkan penyakit miningitis, radang selaput mata dan radang saluran kemih sungai ciliwung, sungai cisadone, sungai cikaniki
    (Sumber : Tim Riset Tirto ID)
  • INCER - INFORMASI CERDAS


    River Monster

    “Arapaima gigas merupakan salah satu ikan air tawar terbesar di dunia” Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP)
    Ikan Arapaima (Arapaima gigas) yang dikenal dengan nama pirarucu di Brazil dan paiche di Peru merupakan salah satu jenis ikan air tawar terbesar di dunia. Ikan tersebut berasal dari lembah sungai Amazon dan danau-danau serta rawa di dekat Amerika Selatan. Arapaima memang satu famili dengan ikan arwana yaitu famili Osteoglossidae atau ikan berlidah tulang. Meskipun masih satu keluarga dengan Arwana di habitat aslinya, anak-anak arwana justru menjadi santapan favoritnya karena ikan ini termasuk jenis ikan karnivora.
    Morfologi dan anatomi ikan arapaima yaitu:
    1.      Tubuh ikan gepeng dibagian depan dan lonjong di bagian tengah
    2.      Sisik lebar dan tebal menyerupai logam yang berkilau
    3.      Terdapat totol-totol merah tua di bagian pinggir ekor
    4.      Kepala berbentuk bulat lonjong
    5.      Ekor berbentuk pipih
    6.      Dapat tumbuh sampai 3 meter dan berat 220 kg
    Sumber :       Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP)
                         www.dunia-perairan.com
    Ikan Arapaima termasuk ikan yang bernapas dengan mengambil udara langsug dari udara atmosfer. Oleh karena itu, harus muncul ke permukaan air setiap 5 – 20 menit. Ikan Arapaima muda, biasanya muncul dipermukaan setiap 5 menit sekali, sedangkan ikan dewasa muncul setiap 15 – 20 menit sekali.
    Proses reproduksi ikan arapaima yaitu:
    1.      Ikan Arapaima membuat sarang kira-kira 50 cm, lebarnya sedalam 15 cm di dasar air
    2.      Betina melepaskan telur di sarang
    3.      Ikan dibuahi oleh pejantan
    4.      Telur-telur tersebut akan dierami di mulut sang pejantan
    5.      Larva tersebut sudah mulai bisa mandiri pada saat datangnya musim penghujan
    sumber : www.olvista.com
    “Ditemukan sejumlah masyarakat memiliki ikan Arapaima. Seperti Pursetyo, warga Kota Surabaya memiliki 30 ekor ikan Arapaima. 18 ekor ada dalam penampungan pemilik di Surabaya, 4 ekor diserahkan ke masyarakat dan saat ini dalam proses pencarian oleh tim, 8 ekor dilepaskan ke sungai Brantas dan 7 ekor di antaranya sudah berhasil ditangkap kembali, dengan kondisi 1 ekor sudah dalam keadaan mati sementara 6 ekor sudah dikonsumsi oleh masyarakat setempat. Sisanya, 1 ekor lagi dalam proses penangkapan” Ujar Riza Priyatna, Kepala Pusat Karantina Ikan KKP.
    “Berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No.41/PERMEN-KP/2014 tentang Larangan Pemasukan Jenis Ikan Berbahaya dari Luar Negeri kedalam Wilayah Negara Republik Indonesia, Ikan Arapaima merupakan salah satu dari 152 jenis ikan berbahaya yang dilarang pemasukannya kedalam Wilayah Negara Republik Indonesia” Tegas Riza priyatna, Kepala Pusat Karantina Ikan KKP
    “Perlu kehati-hatian dalam pemasukan jenis ikan baru ke suatu negara atau perairan. Kehadiran spesies ikan baru, yang dikenal sebagai Species Asing Invasif (SAI) mendesak populasi ikan asli atau endemik, baik melalui pemangsaan, kompetisi makanan, maupun keunggulan reproduksinya. Kalau tidak ada  sumber daya ikan hayati, kita bisa habis karena ikan Arapaima ini," ujar Susi Pudjiastuti, Menteri Kelautan dan Perikanan
    Hal yang dilakukan jika menemukan ikan Arapaima Gigas di perairan Indonesia :
    1.      Dagingnya dapat diolah menjadi masakan karena di negara asalnya pun daging ikan ini bisa dikonsumsi.
    2.      Menghubungi pihak terkait untuk menangkap ikan tersebut. Usahakan jangan sampai lepas lagi ke sungai.

  • INCER - INFORMASI CERDAS




    JAWA TIMUR DARURAT B3
    Limbah B3 adalah sisa suatu usaha atau kegiatan yang mengandung bahan berbahaya karena sifat, konsentrasi dan jumlahnya baik secara langsung maupun tidak langsung dapat mencemari dan merusak lingkungan sehingga membahayakan kelangsungan hidup makhluk hidup (Peraturan Pemerintah No. 18 Tahun 1999).
    Sumber-sumber B3 (Rindi Sulistyani, 2016) :
    a.      Pengemas
    b.      Domestik
    c.       Tumpahan atau bocoran
    d.      Pemeliharaan alat
    e.      Industri
    f.        Kadaluarsa
    g.      Pembangkit listrik

    “Pada tahun 2016, Jawa Timur menghasilkan limbah B3 sebesar 19 juta ton” Dinas Lingkungan Hidup Jawa Timur.
    Menurut Diah Susilowati, Kepala BLH Jatim terdapat 811.000 industri yang beroperasi di Jawa Timur dan 1100 diantaranya berpotensi menghasilkan limbah B3.
    Sebagian besar limbah B3 yang dihasilkan industri dan rumah sakit di Jawa Timur dibuang di Pengelolaan Limbah B3 Terpadu Cileungsi, Bogor.
    Pengelolaan limbah B3 (Peraturan Pemerintah No. 101 Tahun 2014) :
    a.      Pengurangan
    b.      Penyimpanan
    c.       Pengumpulan
    d.      Pengangkutan
    e.      Pemanfaatan
    f.        Pengolahan
    g.      Penimbunan
    Zona penimbunan B3 di Jawa Timur :
    ·         Zona 1
    Limbah B3 ditimbun di dalam kawasan militer yaitu kawasan TNI AU Raci Pasuruan, Lapangan Tembak Bumi Marinir Karangpilang dan TNI AU Kenjeran.
    ·         Zona 2
    Beberapa lahan kavling pemukiman baru di Kabupaten Sidoarjo, digunakan sebagai media urug pondasi atau penguat tanah.
    ·         Zona 3
    Bekas galian C di beberapa lokasi di Kecamatan Paciran, Lamongan dan Kecamatan Wringinanom, Gresik digunakan sebagai lokasi timbunan limbah B3.
    ·         Zona 4
    Lakardowo, ada 6 Dusun di dua desa di Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto. Keenam dusun terkontaminasi limbah B3, selain jarak yang dekat dengan PT PRIA di beberapa rumah warga juga menggunakan limbah B3 sebagai media urug.
    ·         Zona 5
    Kecamatan Sumobito dan Kesamben, Jombang. 20 desa menjadikan abu aluminium sebagai penguat tanggul, jalan, pondasi dan penguat sarana irigasi.
    Setelah diupayakan untuk ditimbun dengan waktu yang cukup lama, faktanya KLHK tidak berdaya dan terkesan melakukan pembiaran terhadap limbah B3.
    Dalam pemantauan DETOX pada tahun 2017, mereka menemukan kejadian kecelakaan akibat kelalaian dalam tata kelola limbah B3 di Jawa Timur, diantaranya:
    1.      Adanya peristiwa luka bakar akibat terperosok dalam timbunan bottom ash di Dusun Temboro, Desa Donas, Kec. Trowulan. Peristiwa tersebut menelan 5 orang korban.
    2.      Adanya peristiwa luka bakar akibat terperosok dalam timbunan limbah di kompleks AURI Raci. Dalam peristiwa tersebut tercatat 3 orang menjadi korban luka bakar.
    3.      230 lebih anak-anak di Desa Lakardowo, Mojokerto teridentifikasi menderita dermatitis karena air sumur yang terkontaminasi logam berat, sulfat dan kandungan TDS mencapai 2000 ppm.
    Tindakan pemerintah:
    Pemprov Jatim berencana mendirikan Instalasi Pengelolaan Limbah Terpadu di Dawasblandong, Mojokerto. Pada saat ini masih dalam proses perizinan dan pembebasan lahan (Saifullah Yusuf, Wakil Gubernur Jawa Timur).
    Tindakan kepolisian:
    Polres/Polda turut mengawasi dan mengambil sikap tegas untuk memberikan sanksi pada transporter nakal atau ilegal yang telah membuang limbah B3 sembarangan dan yang diduga memberi upeti pada pihak polres setempat.

  • OUR DEPARTMENT

    DEPARTMENT HIMA-TL KABINET POROS

    CONTACT US

    Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua.

    Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation.